“Jika Bandung Dikenal Dengan Sebutan Paris Van Java, Maka Banjarmasin Harus Dikenal Sebagai Venice Van Borneo”
Tak ada yang salah dengan pernyataan diatas. Bandung dikenal dengan sebutan Paris van Java oleh masyarakat dunia karena banyaknya bangunan yang mempunyai ciri khas arsitektur Eropa terutama kota Paris, dengan dukungan hawa yang sejuk dan perkembangan bisnis pakaian tentu saja menguatkan Bandung sebagai replika Paris di Pulau Jawa. Dan begitu juga dengan Banjarmasin harus mampu mempromosikan diri sebagai Venice van Borneo. Berikut ulasannya.
Banjarmasin mempunyai potensi wisata yang sangat beragam seperti halnya dengan tempat-tempat lain di Indonesia. Salah satu wisata unik di Banjarmasin adalah Pasar Apung. Pedagang yang menjual barang dagangnya dengan menggunakan jukung, yaitu sebutan perahu oleh Urang Banjar merupakan alasan kenapa pasar yang beroperasi di Sungai Kuin ini dikenal dengan sebutan Pasar Apung.
Uniknya pasar ini sudah ada sejak bertahun lamanya dan sikap masyarakat yang “out of the box”, keluar dari kebiasaan. Jika pada umumnya pasar tradisional dapat dijumpai di daratan, mereka mampu memanfaatkan Sungai Barito yang ada di Banjarmasin sebagai tempat pencaharaian ekonomi. Selain itu pasar ini masih menggunakan sitem barter dalam sistem jual belinya. Pengunjung pun hanya dapat menjumpai Pasar Apung hanya pada pukul 05.00 pagi sampai 10.00. Jadi jangan ketinggalan untuk mengunjungi pasar Apung jika kalian berpergian ke Banjarmasin.
Di sisi dunia ini juga ditemui tempat yang mirip dengan Pasar Apung, Banjarmasin, yaitu Venesia, Italia. Venesia yang sudah lama dikenal dengan barbagai sebutan, mulai dari Kota Kanal, Kota Air, Kota Romantis, dan The Queen of Adriatic ini memang mempunyai potensi yang sangat kental dan menarik bagi para pelancong dunia.
Venesia yang dikenal dengan Kota Air disebabkan oleh letak kota ini yang berada antara kepungan air, seakan-akan kota ini berdiri ditopang oleh air. Wisatawan yang berkunjung kesini dapat menelusuri indahnya tempat-tempat yang ada di Venesia dengan menggunakan perahu yang dikenal dengan Gondola. Gondola-gondola inilah yang mempunyai kemiripan dengan jukung milik Urang Banjar.
Pasar Apung, Banjarmasin dengan Venesia, Italia memang mempunyai perbedaan. Dari segi tujuannya, Pasar Apung ditujukan untuk aktifitas wisata berbasis dagang, sedangkan Venesia lebih condong kepada layanan pariwisata. Selain itu aktifitas layanan gondola yang diberikan oleh para pemilik gondola hampir seharian penuh, beda dengan Pasar Apung yang hanya beroperasi jam 5 pagi sampai dengan jam 10 pagi.
Dengan kesamaan dan perbedaan yang ada ini harus dipandang positif oleh masayarakat Banjarmasin. Inilah kesempatan yang harus diambil untuk mempromosikan Pasar Apung sebagai Venesianya Kalimantan. Banyak cara yang digunakan untuk memulai program promosi ini, diantaranya diadakannya festival Pasar Apung dan dicanangkannya Visit Venice van Borneo tiap tahun oleh pemerintah.
Festival Pasar Apung merupakan acara yang lebih bertujuan menarik wisatawan domestik untuk berkunjung ke Pasar Apung, dan berkunjung ke tempat wisata lain di Samarinda. Festival ini dapat diisi dengan acara pasar jajanan tradisional yang biasa dijual di Pasar Apung dan makanana khas orang Banjar lainnya, juga bazar busana dan kain khas Banjar. Begitu pula dengan program Visit Venice van Borneo yang bertujuan lebih luas selain mengajak wisatawan domestik juga menarik perhatian wisatawan luar negeri.
Program-program diatas dapat dijadikan rencana strategis pihak terkait untuk menjadikan Pasar Apung sebagai Venice van Borneo.
http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=62362
http://it.wikipedia.org/wiki/Gondola











