Jika Bandung Dikenal Dengan Sebutan Paris Van Java, Maka Banjarmasin Harus Dikenal Sebagai Venice Van Borneo

Tak ada yang salah dengan pernyataan diatas. Bandung dikenal dengan sebutan Paris van Java oleh masyarakat dunia karena banyaknya bangunan yang mempunyai ciri khas arsitektur Eropa terutama kota Paris, dengan dukungan hawa yang sejuk dan perkembangan bisnis pakaian tentu saja menguatkan Bandung sebagai replika Paris di Pulau Jawa. Dan begitu juga dengan Banjarmasin harus mampu mempromosikan diri sebagai Venice van Borneo. Berikut ulasannya.

Banjarmasin mempunyai potensi wisata yang sangat beragam seperti halnya dengan tempat-tempat lain di Indonesia. Salah satu wisata unik di Banjarmasin adalah Pasar Apung. Pedagang yang menjual barang dagangnya dengan menggunakan jukung, yaitu sebutan perahu oleh Urang Banjar merupakan alasan kenapa pasar yang beroperasi di Sungai Kuin ini dikenal dengan sebutan Pasar Apung.

Uniknya pasar ini sudah ada sejak bertahun lamanya dan sikap masyarakat yang “out of the box”, keluar dari kebiasaan. Jika pada umumnya pasar tradisional dapat dijumpai di daratan, mereka mampu memanfaatkan Sungai Barito yang ada di Banjarmasin sebagai tempat pencaharaian ekonomi. Selain itu pasar ini masih menggunakan sitem barter dalam sistem jual belinya. Pengunjung pun hanya dapat menjumpai Pasar Apung hanya pada pukul 05.00 pagi sampai 10.00. Jadi jangan ketinggalan untuk mengunjungi pasar Apung jika kalian berpergian ke Banjarmasin.

Di sisi dunia ini juga ditemui tempat yang mirip dengan Pasar Apung, Banjarmasin, yaitu Venesia, Italia. Venesia yang sudah lama dikenal dengan barbagai sebutan, mulai dari Kota Kanal, Kota Air, Kota Romantis, dan The Queen of Adriatic ini memang mempunyai potensi yang sangat kental dan menarik bagi para pelancong dunia.

Venesia yang dikenal dengan Kota Air disebabkan oleh letak kota ini yang berada antara kepungan air, seakan-akan kota ini berdiri ditopang oleh air. Wisatawan yang berkunjung kesini dapat menelusuri indahnya tempat-tempat yang ada di Venesia dengan menggunakan perahu yang dikenal dengan Gondola. Gondola-gondola inilah yang mempunyai kemiripan dengan jukung milik Urang Banjar.

Pasar Apung, Banjarmasin dengan Venesia, Italia memang mempunyai perbedaan. Dari segi tujuannya, Pasar Apung ditujukan untuk aktifitas wisata berbasis dagang, sedangkan Venesia lebih condong kepada layanan pariwisata. Selain itu aktifitas layanan gondola yang diberikan oleh para pemilik gondola hampir seharian penuh, beda dengan Pasar Apung yang hanya beroperasi jam 5 pagi sampai dengan jam 10 pagi.

Dengan kesamaan dan perbedaan yang ada ini harus dipandang positif oleh masayarakat Banjarmasin. Inilah kesempatan yang harus diambil untuk mempromosikan Pasar Apung sebagai Venesianya Kalimantan. Banyak cara yang digunakan untuk memulai program promosi ini, diantaranya diadakannya festival Pasar Apung dan dicanangkannya Visit Venice van Borneo tiap tahun oleh pemerintah.

Festival Pasar Apung merupakan acara yang lebih bertujuan menarik wisatawan domestik untuk berkunjung ke Pasar Apung, dan berkunjung ke tempat wisata lain di Samarinda. Festival ini dapat diisi dengan acara pasar jajanan tradisional yang biasa dijual di Pasar Apung dan makanana khas orang Banjar lainnya, juga bazar busana dan kain khas Banjar. Begitu pula dengan program Visit Venice van Borneo yang bertujuan lebih luas selain mengajak wisatawan domestik juga menarik perhatian wisatawan luar negeri.

Program-program diatas dapat dijadikan rencana strategis pihak terkait untuk menjadikan Pasar Apung sebagai Venice van Borneo. :)

 

 

 

 

 

 

http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=62362

http://it.wikipedia.org/wiki/Gondola

 

 

 

 

 

Saya memang mempunyai jarak yang jauh dari Banten. Belum pernah mengunjunginya dan belum tau potensi propinsi yang disahkan oleh Rapat Paripurna DPR RI melalui Undang-Undang No. 23 Tahun 2000 itu. Jujur karena adanya ajakan penulisan dari Blogdetik inilah saya berusaha menyelediki seluk beluk Banten dan berikut tulisan mengenai pembangunan Banten yang dapat dilakukan oleh Komunitas Blogger Banten.

Suatu pembangunan memang harus melibatkan seluruh sumber daya yang ada di daerah yang ingin dibangun tersebut. Untuk itulah komunitas blogger di Banten dapat menjadi bagian dari pembangunan Banten itu sendiri. Mengapa tidak melibatkan komunitas blogger se-Indonesia? Ya karena komunitas daerah lebih mengetahui dan mempunyai akses yang lebih mudah daripada dari luar daerah. Jadi bagi para blogger Banten yang bernaung disini dan dimanapun SOK ATUH jadikan kalian bermanfaat bagi Banten.

Selidik punya selidik propinsi kalian punya potensi yang sangat beragam dan unik. Keberagaman dan keunikan tersebut haruslah dijadikan modal dasar untuk membangun Propinsi Banten. Inilah beberapa cara untuk membangun Propinsi Banten.

1. Menciptakan masyarakat hijau se-hijau tradisi Badui.

Masyarakat Badui yang tinggal di Kabupaten Lebak perlu dikabarkan kepada dunia tuh kalau mereka mempunyai tradisi dan keseharian yang sangat ramah lingkungan. Masyarakat ini memang agak tertutup dengan perkembangan dari dunia luar tapi kebiasaan mereka yang bersahaja dengan alam memang patut kalian beritakan lewat blog kalian. Jadikan sebuah tulisan dan buku mengenai hidup mereka blogger!

Komunitas blogger Banten dapat menginisiasikan sebuah program untuk mengadaptasi kebiasaan hidup suku Badui kepada masyarakat Banten. Salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh masyarkat Badui adalah menggunakan tanaman Honje untuk dijadikan shampoo. Bisa jadi kalian dapat, satu memproduksi shampoo tanaman Honje yang tidak mencemari lingkungan itu dan memasarkannya. Hal ini selain meningkatkan ekonomi masyarakat juga turut andil mempopulerkan tradisi hijau Suku Badui kepada dunia. Dan kedua menjadikan Banten sebagai propinsi sadar lingkungan senasioanal.

2. Yok mempopulerkan Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan salah satu daerah konservasi alam dunia yang dicanangkan oleh badan dunia UNESCO sebagai warisan dunia. Jadi kebanggan kalian dengannya dapat diwujudkan dengan mempopulerkan lebih giat lagi kepada masyarakat akan keberadaan taman nasional ini. Seperti yang kita ketahui bahwa tempat ini merupakan salah satu habitat dan perlindungan bagi badak bercula satu, salah satu hewan yang hampir punah.

Program yang dapat dilakukan untuk meningkatkan potensi wisata dan kunjungan ke taman nasional ini beragam. Komunitas blogger Banten dapat mengajukan proposal kepada pihak terkait untuk menjadikan hari peresmian Taman Nasional Ujung Kulon yaitu 1 Pebruari sesuai Surat Keputusan No. SC/Eco/5867.2.409 sebagai Hari Perlindungan Badak Bercula Satu. Dengan adanya hari nasional tersebut Komunitas Blogger dapat membentuk sebuah rangkaian acara yang berisikan malam amal untuk konservasi Taman Nasioanal Ujung Kulon dan perlindungan badak bercula satu, menghadirkan pembicara nasional terkait peringatan hari tersebut, dan kompetisi blog, esai, dan sebagainya guna meningkatkan peran serta masyarakat Indonesia akan terselanggaranya hari itu. Terbukti dengan acara-acara seperti itu Taman Nasional Komodo dapat menjadi peserta keajaiban dunia. 

3. Mari bantu pendidikan di Propinsi Banten

Bagi para blogger Banten yang tertarik dengan isu pendidikan pasti sudah akrab mengenal program bantuan penyaluran guru berkualitas oleh Indonesia Mengajar. Program yang diprakarsai oleh tokoh nasional Anies Baswedan tersebut juga kini telah menjangkau Kabupaten Lebak sebagai salah satu tempat untuk mengabdi beberapa dari guru itu atau kita kenal dengan Pengajar Muda. Untuk itulah dengan semangat yang tinggi komunitas blogger Banten dapat mendukung program tersebut.

Beberapa langkah yang dapat diambil adalah mengumpulkan buku-buku yang layak baca dari anggota komunitas blogger dan masyarakat Banten, mengumpulkan pakaian, permainan edukatif dan peralatan belajar yang dapat mendukung proses pembelajaran bagi murid-mudir di Propinsi Banten. Ingat lho, sumber daya manusia merupakan mesin penggerak potensi daerah. Jadi sebagai regenerasi penerus bangsa kita dapat mendukung program-program seperti itu.

Jadi komunitas blogger Banten. Sudah siap dengan pembangunan potensi daerahmu?

 

Sumber refernsi:

http://banten.bps.go.id/history2.htm

http://ujungkulonprotection.blogspot.com/2010/03/sejarah-singkat-taman-nasional.html

Gambar Honje: http://jalanjalinhemat.wordpress.com/2011/08/04/jalan-jalin/

Gambar Badak (dengan editan): http://adrirachman.blogspot.com/2011/05/mamalia-terlangka-dibumiternyata.html

Gambar Murid SD: http://www.4shared.com/all-images/EmurXLtB/_online.html

 

“Lho Mas jadi to jawaban kuisnya dikirim lewat e-mail?” Tanyaku pada asisten dosen. “Oya, jadi jawabannya kalian kirim lewat e-mail saya di… Kan sekarang jamannya bebas kertas, paperless, ramah lingkungan kan ” Jawabnya.

***

Perkembangan dan pertumbuhan aktifitas manusia di bumi semakin beragam dan semakin memaksakan alam untuk menyediakan apa saja yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan segala aktifitasnya. Tak heran apabila sekarang manusia semakin tobat bila mereka terlalu memaksa alam untuk memenuhi segala apa yang mereka inginkan. Semakin mereka “merengek”, semakin murkalah alam untuk membalas dendam. Jadi manusia semakin dewasa untuk mengurangi ketergantungan kepada alam. Bahkan mereka balik memanjakan alam dengan segala cara yang ada.

Salah satu cara yang  dilakukan manusia adalah mengurangi penggunaan kertas yang telah kita ketahui terbuat dari bubur kertas dan bubur kertas berasal dari pohon-pohon penyangga kelestarian alam. Aktifitas pemulian kertas dilakukan dengan berbagai cara seperti daur ulang kertas, pemanfaatan bekas kertas untuk kerajinan bernilai ekonomis, dan yang sekarang menarik perhatian adalah konversi informasi yang dilakukan oleh media cetak. Media cetak yang sebelumnya menggunakan kertas sebagai penyalur informasi kepada khalayak kini mengajak para pembaca untuk beralih ke teknologi internet. Alih-alih memanjakan alam dengan mengurangi penggunaan kertas, media cetak juga harus siap berkompetesi kembali untuk memperebutkan perhatian pembaca.

Kompetisi media cetak untuk memperebutkan perhatian pembaca dengan menghadirkan versi online memang tak dapat dihindari. Dengan pesatnya laju perkembangan teknologi informasi di dunia saat ini, masyarakat butuh sesuatu yang serba aktual dan mudah untuk diakses dengan cara memilih jalan ramah lingkungan. Media pun tak ingin ketinggalan, demi melayani keinginan pembaca mereka dengan sigap memberikan layanan informasi versi online dengan basis teknologi. Lalu bagaimana cara untuk memenangkan kompetisi ini?

Konversi media cetak cetak ke versi online memang membutuhkan biaya yang cukup besar. Mereka harus berupaya mengajak pembaca setianya untuk beralih ke internet. Jika begitu para pembaca harus membeli dukungan perlatan yang dapat menunjang keinginan membaca mereka. Syukur kalau mereka mampu untuk meraihnya tapi kalau tidak media hanya berharap untuk melakukan aktifitas konvensional (media cetak) lagi. Sehingga dengan pertimbangan tersebut tersaringlah para pembaca yang mempunyai keinginan dan kemampuan akses informasi tinggi dan yang mau bersikap untuk memanjakan alam. Pembaca inilah yang harus dijadikan mitra untuk menduduki puncak kompetisi.

Kemitraan ini dapat dilaksanakan dengan cara mengajak para pembaca untuk terlibat sebagai pendukung tugas media itu sendiri, yaitu menyediakan informasi. Jika kita ketahui bahwa media cetak hanya mampu memberikan informasi searah minim timbal balik dari para pembaca, kini dengan versi online media harus mampu membentuk informasi yang konvergen. Artinya, selain media dapat memberikan informasi kepada para pembaca, pembaca pun turut hadir untuk aktif memberitakan peristiwa apa saja yang hadir dilingkungannya kepada masyarakat dunia maya.

Manfaatnya, informasi yang berada di ujung dunia pun dapat diketahui dengan unik, aktual, dan tentunya dapat mengurangi jurnalis yang dibutuhkan oleh setiap media :p, karena setiap orang dapat menjadi penyalur berita. Unik merupakan hal yang ditangkap dari langkah ini, setiap berita tidak hanya dilihat dari satu sudut pandang seorang jurnalis itu-itu saja tetapi juga dari pikiran dan kacamata orang lain. Dan aktual, jelaslah bahwa hal ini karena dukungan layanan internet yang memberikan kecepatan akses.

Jadi bersiaplah para pelaku media online, tuntutan kepada kalian sekarang bukan lagi mengenai informasi saja tetapi juga kebutuhan kompetisi untuk memenangkan perhatian pembaca dengan cara bebas kertas, ramah lingkungan.

Epung Saipudin dalam tulisannya yang berjudul “Daya Beli Meningkat, Properti Mengkilat” yang ditayangkan Kontan.com menyatakan bahwa tahun ini sektor properti bakal berlari kencang, seiring membaiknya kondisi perekonomian serta peningkatan daya beli masyarakat. Bahkan Epung memprediksi bahwa sektor bisnis properti akan meningkat 7%-8%. Dengan kondisi ini tentu saja sangat menarik perhatian bagi penikmat griya idaman bagi para pembaca sekalian. Mengapa bisa begitu?

Sekedar info saja, saat ini bisnis properti bukan hanya dimiliki oleh para pengembang perumahan dan bangunan yang mempunyai modal jutaan bahkan trilyuran rupiah. Tapi bisnis ini juga dapat dimiliki oleh individu, ya individu yang “cukup” mempunyai satu rumah katakanlah. Hal ini dikarenakan, rumah yang kita miliki sekarang adalah investasi kita. Investasi yang bermanfaat dimasa depan. Jadi jangan salah kalau kita ingin meningkatkan nilai jual rumah kita. Siap-siap kalau kita ingin mempunyai rencana masa depan atau hal mendadak. Ingin membeli rumah yang lebih baik atau kita tiba-tiba dipindahtugaskan ketempat yang lebih jauh. Kita dapat menjualnya dan tentu saja dengan harga jual yang menarik bukan? Toh sekarang banyak sekali agen properti seperti Century 21 yang siap memasarkan rumah Anda.

Lalu bagaimana cara meningkatkan harga jual rumah kita? Kini dunia bisnis telah memasuki sebuah era baru dalam menjalankan kegiatannya, yaitu era 3P (People, Planet, Profit). Pebisnis dituntut tidak hanya mengutamakan laba dalam menjalankan usahanya tetapi juga mengedepankan sumber daya manusia dan ramah lingkungan. Terkait dengan usaha ramah lingkungan, hal ini selain mampu meningkatkan harga jual rumah kita juga bermanfaat bagi kita sang pemilik rumah dan lingkungan sekitar. Tertarik untuk meningkatkan harga jual rumah dan membuat rumah menjadi ramah lingkungan? Berikut tips yang dapat dilakukan.

1. Membangun Taman Atap

Taman atap ini sebenarnya telah ada sejak dahulu kala. Pernah tahu, atau setidaknya pernah mendengar Taman Gantung Babylonia? Ya bagi Anda yang pernah mengetahui sejarah ini tentu saja sudah bosan membacanya tapi tidak adil kalau tidak menceritakan sedikit tentang Taman Gantung ini bagi Anda yang baru saja mengetahuinya. Taman Gantung ini sudah ada sejak tahun 600 SM dan dikembangkan oleh Kerajaan Mesopotamia dengan Rajanya Nebuchadnezar II. Luas taman ini diperkirakan 4 are. Wujud arsitekturalnya sangat unik, karena bertingkat-tingkat. Taman ini ditanami berbagai pepohonan indah dan dilengkapi sistem pengairan hingga ketinggian 100 meter di atas permukaan tanah. Tapi disini kita bukan mendesain taman atap dan taman dinding layaknya hal itu.

Sebelum membuat taman di atas atap rumah, ketahui kondisi atap. Apakah memang mendukung beban media tanam berupa tanah dan pepohonan yang akan ditanam di atasnya atau tidak. Jika tidak memungkinkan pilih saja taman dinding dan taman landscape yang memungkinkan untuk dijalankan disegala tipe rumah.

Keberadaan taman diatas atap akan menimbulkan bertambahnya beban. Untuk itu sistem taman atap harus mempunyai sistem drainase yang baik. Konstruksi atap rawan kebocoran, sehingga harus dilengkapi saluran pembuangan air. Lapisan drainase seperti kerikil, pasir, dan batu apung perlu ditambahkan agar air mudah mengalir ke lubang saluran pembuangan. Filterter terbuat dari ijuk berfungsi mengalirkan air ke bawah tetapi menahan butiran tanah agar tidak menyumbat lubang pembuangan.Untuk mencegah kerusakan lapisan kedap air (water proof layer), lapisan penahan harus ditambah agar akart anaman tidak merusak lapisan kedap air dan beton di bawahnya.

Karena tanaman diatas atap terkena sinar matahari secara langsung dan tiupan angin yang lebih kencang, penyiraman harus dilakukan secara berkala. Sehingga perlu penyemprotan air bisa dilakukan secara manual atau otomatis.

Untuk media tanam, formulanya harus ringan namun memiliki kemampuan menyediakan zat hara dan kelembaban. Misalnya, dengan mencampurkan pasir dengan serutan kayu ditambah lapisan kulit pinus serta pupuk. Kedalaman media tanam untuk rumput membutuhkan 20 sampai 30 sentimeter, begitu juga tanaman penutup.

2. Membangun taman landscape sebagai apotek keluarga

Sudah banyak yang tahu mengenai hal ini. Tapi mungkin banyak juga yang tidak melakukan apa yang diketahui oleh meraka. Jadi memang taman, pekarangan baik depan dan belakan rumah Anda yang mempunyai potensi besar untuk meningkatkan harga jual rumah yaitu dengan cara membangun apotek keluarga di taman tersebut. Apotek keluarga mempunyai manfaat yang sangat beragam. Anda tidak perlu lagi membeli sayuran di pasar, punya supermarket sendiri kan. Hemat uang. Kalau keluarga Anda sedang sakit? Tinggal mengambilkan tanaman obat yang ada dan meracik obat sendiri. Hemat uang juga. Dan yang pasti ketika Anda memasarkan rumah tersebut, tambah saja kategori Rumah Hijau.

Cukup mudah membangun rumah hijau dirumah kita. Semoga dengan tips ini Anda dapat menjadikan rumah Anda ramah lingkungan dan mempunyai nilai investasi masa depan yang tinggi. Selamat mencoba.

Rujukan:

1. http://rumahku.com/advices/read/8161-Membangun-Taman-Diatas-Atap-Roof-Garden

2. Gambar 1: http://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Gantung_Babilonia

3. Gambar 2: http://iderumah.com/wp-content/uploads/2011/02/1-lores.jpg

Bener ini ya gara-gara lomba penulisan resolusi 2012 Telkom Speedy masuk kepikiranku langsung teringat segala uneg-uneg di otak. Mulai dari ospek mahasiswa baru, keinginan yang belum kesampaian, dan segala macam tetek bengek lainnya. Speedy, sungguh bener-bener pancingan yang hebat mendorong para blogger untuk menuliskan resolusi mereka ke blognya.

***

Tahun baru. Semangat baru dong yang harus hadir. Semangat menjadi lebih baik kedepannya dengan segala resolusi yang ada. Resolusi memang pantas dihadirkan pada awal tahun baru tapi bukan berarti kita tidak dapat menyusun resolusi kita tiap hari. Bahkan gak ada yang bakalan menyalahkan kalo kita menyusun harapan tersebut kapanmu yang kita mau. Pertanyaannya adalah apa dan bagaimana caramu mewujudkan resolusimu di tahun baru ini?.

Kalo ditanya apa resolusiku ingat waktu ospek maba dulu pembaca. Teringat masa-masa transisi dari anak abu-abuers yang lugu-lugunya ditempa menjadi sosok mahasiswa baru. Pasti diantara kalian yang mengalami yang namanya jaman ospek, pernah diberikan materi motivasi. Salah satu materi tersebut tentang “Tuliskan, Sebarkan, dan Yakini Bahwa Akan Terwujud!” Itu adalah gambaran besar dari yang kudapat dari memori otakku. Jadi resolusi atau biasa juga kita sebut impian, cita-cita, dan harapan akan lebih mudah kita wujudkan apabila kita tulis resolusi itu (seperti blogging ini), sebarkan dengan cara jangan hanya tulis disatu tempat, tulis (baca:ingat) juga di memori otak, dan yakini bahwa semuanya akan terwujud.

Resolusi I: Membuat Blog

Ini adalah resolusi yang terpendam beberapa tahun. “Hanya” karena keinginan membuat blog banyak aja halangannya. Mulai dari fasilitas koneksi internet yang waktu itu gak semudah sekarang, pertimbangan waktu ada apa gak ya nanti waktu untuk nulis di blog?, sampai alasan yang gak bisa diterima­=malas. Oke alasan pertama dan kedua bisa diterima waktu itu tapi yang ketiga, jangan lakukan itu! HAHAHA #gayabijak. Dengan blog yang dibuat tahun 2012 ini yang proses belajarnya cukup lama, mulai baca tips blogging dari internet, baca buku cara blog yang asyik dan tanya-tanya teman saya setidaknya saya mampu mempunyai blog pribadi meski jauh dari standar resolusi yang saya tetapkan. Resolusi selanjutnya tentu rajin blog writing.

Resolusi II: Sukses UAS

Bagi para mahasiswa yang lagi baca tulisan ini pasti udah kembali ke alam sadar, hehehe. Bulan ini para pelajar sedang merayakan ujian akhir semester pembaca!!! :) . Jadi resolusiku dan tentunya para pelajar yang akan dan sedang menempuh UAS tentu berharap sukses mengerjakan ujian semester ini. Persiapan dan siap tempur. Sudah mendokumentasikan catatan kuliah, tanya2 para sesepuh tentang soal yang keluar tahun sebelumnya dan review dan review lagi apa yang sudah saya dapatkan selama semester ini, selain itu didampingi koneksi internet saya bisa mengakses informasi seperti mengunduh bank soal juga membandingakan materi di kelas dengan sumber internet. Semoga hal ini dapat menuju kesuksesan UAS. Amin.

Resolusi III: Segarkan Diri dengan Liburan

Setelah disibukan dengan segala aktifitas yang kita lakukan tentu kita butuh istirahat kan. Jadi resolusi ketigaku ini adalah get the “vacation” setelah berbagai aktifitas dijalani. Saya punya cara tersendiri buat menghibur diri dari kejenuhan. Yang pertama adalah menyelesaikan baca buku yang belum kebaca, jadi ada Kite Runner, Indonesia Mengajar, dan Kening yang ada di daftar buku. Kite Runner merupakan salah satu buku yang kudapat dari belanja online di internet lho, jadi manfaat internet ternyata banyak sekali. Memang bagi orang lain baca buku bukan hal yang tepat untuk mengisi liburan, tapi sekali lagi cara orang berbeda-beda untuk menjauhkan kejenuhan dan memunculkan semangat baru di tahun baru :) . Yang kedua adalah berkunjung ke Pantai Prigi di kotaku Trenggalek. Tau kan kalau pantai ini menjadi bahan perbincangan beberapa waktu lalu akibat tenggelamnya kapal imigran gelap yang akan menuju ke Pulau Christmas, Australia? Selain melihat bekas kejadian, menarik kalau mengisi liburan ke pantai sambil berkunjung ke tempat pelelangan ikan yang jarang kulihat.

Baiklah inilah beberapa resolusiku di tahun baru 2012. Menariknya ketiganya selalu didukung oleh layanan internet. Semoga kalian juga dapat memanfaatkan internet untuk mewujudkan resolusimu di tahun baru ini. Untuk mengingatkan, selalu tulis, sebar, dan yakinkan kepada dirimu bahwa resolusimu tahun 2012 ini akan terwujud. Semangat blogger!

#sumber foto1: dokumen pribadi, foto2:http://smkn27jakarta.wordpress.com/2011/01/13/kisi-kisi-soal-ujian-teori-ukk-2011/ dan foto3: http://wisatabagus.blogspot.com/2010/11/pantai-prigi.html